Dalam sebuah eksperimen SEO yang inovatif, data terstruktur—dikenal sebagai markup skema—muncul sebagai senjata rahasia potensial untuk mendapatkan posisi teratas dalam hasil ikhtisar AI Google. Peneliti Molly Nogami dan Ben Tannenbaum menguji tiga halaman web identik dan menemukan bahwa hanya halaman web dengan skema terbaik yang muncul dalam ikhtisar AI, sekaligus meraih peringkat organik tertinggi. Hal ini menunjukkan bahwa skema berkualitas, bukan sekadar penerapannya, dapat meningkatkan visibilitas di era pencarian berbasis AI, membantu bisnis menonjol di tengah persaingan AI yang semakin ketat.
Visibilitas AI kini mendorong trafik dan pendapatan bagi merek, memicu perdebatan sengit di kalangan SEO. Apakah markup skema, yang dirancang untuk membuat situs ramah mesin, memengaruhi skala kutipan ikhtisar AI? Studi sebelumnya menunjukkan adanya tautan—seperti deteksi kesegaran konten yang lebih baik dalam model seperti Bing milik Microsoft.
Ikhtisar AI: Tiga Halaman, Satu Pemenang Jelas

Duo ini menciptakan tiga situs satu halaman yang hampir identik dengan topik terkontrol, mencocokkan kata kunci berdasarkan volume dan tingkat kesulitan pencarian. Mereka hanya memvariasikan pendekatan skema, lalu mengindeksnya melalui Google Search Console untuk melacak peringkat dan pop-up ikhtisar AI.
Strategi skema utama yang diuji:
- Skema yang Diimplementasikan dengan Baik: Markup yang kaya dan bebas kesalahan dengan JSON-LD terperinci untuk entitas, FAQ, dan ulasan—dioptimalkan untuk pedoman Google.
- Skema yang Diimplementasikan dengan Buruk:Tag dasar yang cacat, penuh dengan kesalahan sintaksis dan data yang tidak lengkap, meniru kesalahan umum pemula.
- Tidak Ada Skema: Konten HTML biasa, tanpa data terstruktur.
Baca Juga: Ulasan Sellerboard: Alat Sederhana untuk Mengembangkan Bisnis Amazon Anda
Hasilnya mengejutkan: Halaman skema yang diimplementasikan dengan baik mendominasi, muncul di ikhtisar AI, dan mengklaim posisi organik teratas. Versi yang buruk dan tidak ada?
Hal ini menunjukkan kualitas skema sebagai pendorong visibilitas dalam ikhtisar AI, meskipun para ahli menyebutnya menjanjikan namun belum meyakinkan. Variabel seperti waktu perayapan tetap ketat, tetapi pengujian yang lebih luas akan segera dilakukan.
Apa selanjutnya? Tingkatkan skala di berbagai niche untuk memastikan apakah skema memperkuat keunggulan ikhtisar AI. Untuk saat ini, para SEO yang cerdas: Audit markup Anda—kecerobohan tidak akan berhasil dalam dunia AI.
Berita Lainnya Untuk Dibaca: Red Hat AI Bertaruh Besar pada Model Terbuka