Google Menghapus Pelaporan Search Console

Google mengumumkan pembaruan besar, mengakhiri pelaporan Google Search Console untuk enam jenis data terstruktur yang telah usang. Perubahan ini juga menghapusnya dari Uji Hasil Kaya dan filter tampilan Penelusuran, sehingga menyederhanakan hasil penelusuran bagi pengguna. Bagi yang belum tahu, Google Search Console adalah serangkaian alat dan sumber daya yang dirancang untuk membantu pemilik situs web, webmaster, pemasar, dan profesional SEO dalam meningkatkan situs web mereka.

Perubahan Apa Saja yang Dibawa Pelaporan Search Console?

Pelaporan Search Console untuk Enam Jenis Data Terstruktur

Google berhenti melaporkan dan menguji tipe data terstruktur berikut:

  • Info kursus
  • Klaim Tinjauan
  • Perkiraan Gaji
  • Video Pembelajaran
  • Pengumuman khusus
  • Daftar Kendaraan

Tindakan Buku tetap tidak terpengaruh oleh perubahan ini. Respons API untuk jenis ini akan tetap ada hingga Desember 2025. Untuk Ekspor Data Massal, kolom tampilan Penelusuran yang tidak digunakan lagi akan kembali sebagai NULL pada Oktober 2025. Google menyarankan penggunaan operator IS di BigQuery untuk memastikan kueri tetap berfungsi.

Langkah ini menyederhanakan pelaporan Google Search Console, dengan fokus pada data bernilai tinggi. Google menekankan bahwa pembaruan ini tidak memengaruhi peringkat situs web atau indeksasi, melainkan hanya peningkatan pelaporan dan visual.

Baca Juga: Akun Agensi Google Ads 2025: Butuh Wawasan?

Pemilik situs web yang menggunakan pelaporan Google Search Console harus bertindak cepat. Perbarui kueri atau dasbor yang menggunakan kolom yang tidak digunakan lagi ini. Beralihlah ke pemeriksaan IS dalam logika kondisional untuk mempertahankan fungsionalitas kueri saat kolom berubah menjadi NULL. Tidak perlu menghapus markup, karena tidak akan memengaruhi kelayakan peringkat situs Anda.

Keputusan Google sejalan dengan tujuannya untuk menghadirkan halaman hasil pencarian yang lebih bersih dan lebih fokus. Perusahaan menyatakan, "Kami yakin perubahan ini berkontribusi pada halaman hasil Pencarian yang lebih bersih dan lebih fokus untuk semua orang." Pada bulan Juni, Google mengungkapkan rencana untuk menghapus tujuh jenis data terstruktur, termasuk enam jenis yang kini dihapus dari pelaporan, ditambah Book Actions.

Ke depannya, Google akan memprioritaskan tipe data terstruktur yang membantu pengguna mengevaluasi konten secara efektif. Penyederhanaan lebih lanjut akan terus dilakukan seiring Google menyempurnakan ekosistem pencariannya. Tetap proaktif dengan memperbarui perangkat dan kueri Anda agar sesuai dengan perubahan ini. Pantau pengumuman Google untuk pembaruan di masa mendatang guna memastikan situs Anda tetap optimal untuk performa pencarian.

Berita Lainnya Untuk Dibaca: Data Terstruktur Meningkatkan Visibilitas Pencarian AI untuk Perusahaan

Jitendra Vaswani
Penulis ini diverifikasi di BloggersIdeas.com

Jitendra Vaswani adalah pakar SEO dan pemasaran digital berbasis AI yang diakui secara global. Ia telah berbicara di berbagai acara internasional terkemuka dan merupakan pendiri Digiexe, sebuah agensi pemasaran digital yang berorientasi pada hasil, Laboratorium Venue, sebuah platform yang membantu merek memperkuat suara mereka dengan solusi PR dan pemasaran ahli, dan Penguat Afiliasi, sebuah plugin WordPress yang dirancang khusus untuk pemasar afiliasi. Dengan pengalaman langsung selama lebih dari satu dekade, Jitendra telah memberdayakan banyak bisnis untuk berkembang secara online. Buku terlarisnya, Inside A Hustler's Brain: In Pursuit of Financial Freedom, telah terjual lebih dari 20,000 eksemplar di seluruh dunia, mencerminkan pengaruh dan dedikasinya dalam membantu para pemasar digital meraih kesuksesan. Ikuti Jitendra di Instagram, Facebook, dan LinkedIn.

Pengungkapan afiliasi: Dalam transparansi penuh – beberapa tautan di situs web kami adalah tautan afiliasi, jika Anda menggunakannya untuk melakukan pembelian, kami akan mendapatkan komisi tanpa biaya tambahan untuk Anda (tidak ada sama sekali!).

Tinggalkan Komentar