Google berencana memberi penerbit kontrol untuk menolak (opt-out) terhadap Ikhtisar AI. Perusahaan ini menanggapi peraturan Inggris dari Otoritas Persaingan dan Pasar (CMA).
Perubahan ini memengaruhi bagaimana konten muncul dalam hasil pencarian AI. Penerbit khawatir akan kehilangan trafik. Langkah ini akan diterapkan pada Januari 2026.

Opsi untuk Tidak Ikut Serta dalam Ikhtisar AI Google: Mengapa Google Menambahkan Kontrol Opt-Out?
CMA mewajibkan Google untuk membiarkan penerbit yang memutuskan. Mereka dapat memblokir konten dari Ikhtisar AI. Mereka dapat menghentikan penggunaan untuk pelatihan AI. Mereka dapat menuntut atribusi yang jelas ketika konten ditampilkan.
- Penerbit memilih untuk tidak mengikuti Gambaran Umum AI.
- Konten blok untuk pelatihan model
- Wajibkan atribusi dalam hasil AI.
- Kontrol tetap sederhana dan mudah diskalakan.
- Hindari mengganggu pengalaman pencarian.
Banyak penerbit kehilangan 30–60% klik ketika ringkasan AI muncul. Situs afiliasi bergantung pada lalu lintas untuk mendapatkan komisi. Mereka mungkin memilih untuk tidak menampilkan ringkasan agar tetap dapat mempertahankan pengunjung.
Baca juga tentang: AI Google Mendominasi Peringkat Kata Kunci Belanja
Dampak pada Penerbit dan Program Afiliasi
Kebijakan opt-out menunjukkan strategi penerbit. Beberapa tetap menggunakan opsi ini untuk meningkatkan visibilitas merek. Yang lain memilih untuk tidak menggunakan opsi ini untuk melindungi pendapatan.
- Situs yang bergantung pada trafik (afiliasi) kemungkinan besar memilih untuk tidak ikut serta.
- Situs yang berfokus pada merek dapat tetap ada untuk keperluan kutipan.
- 13% perusahaan menghadapi pelanggaran keamanan AI (laporan IBM)
- 97% tidak memiliki kontrol akses berbasis AI.
- AI bayangan menimbulkan banyak risiko.
Program harus melacak pilihan. Pilihan untuk keluar (opt-out) menandakan ketergantungan pada lalu lintas pencarian lama. Pilihan untuk tetap berlangganan (stay-in) menunjukkan adaptasi terhadap pencarian berbasis AI. Penerbit dengan audiens yang kuat (email, media sosial) tetap berharga.
Google menghadapi tekanan di seluruh dunia. Perubahan ini membantu menyeimbangkan kebutuhan penerbit dan pertumbuhan AI.
Berita Lainnya Untuk Dibaca: